Kelainan Pada Siklus Menstruasi

kelainan-siklus-haid

Menstruasi atau haid akan dialami oleh setiap wanita setiap bulannya. Menstruasi merupakan istilah yang digunakan untuk pendarahan berkala akibat terlepasnya selaput lendir leher rahim karena kadar esterogen dan progestogen menurun.

Banyak wanita yang mengalami berbagai masalah sebelum menstruasi, misalnya pusing, mual, sakit perut, dan lain sebagainya. Sakit perut yang dirasakan sebenarnya disebabkan oleh kontraksi rahim untuk mengeluarkan endometrium yang juga dipengaruhi oleh hormon prostaglandin.

Gangguan pada saat haid sebenarnya hanya suatu gejala, bukan merupakan penyakit yang sebenarnya. Diagnosis tidak boleh berhenti hanya pada jenis kelainan haidnya. Kelainan yang menjadi dasar atau penyebabnya harus dicari, didiagnosis, kemudian diterapi dengan metode yang sesuai.

Kelainan Pada Siklus Menstruasi

Waktu atau durasi, serta volume pendarahan pada siklus menstruasi yang dialami setiap wanita akan berbeda-beda. Untuk itu setiap wanita disarankan untuk memperhatikan atau mencatat siklus menstruasinya supaya dapat mengetahui jika muncul kejanggalan tertentu. Siklus haid yang tidak biasa atau volume darah yang berlebihan dapat menjadi indikasi adanya kompilasi atau masalah pada kesehatan wanita. Permasalahan atau kelainan dalam menstruasi yang umum dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu :

1. Menorrhagia

Menorrhagia adalah menstruasi yang volume pendarahannya terlalu berlebih, gejala yang biasa dialami dalam kondisi ini adalah :

  • Volume darah yang terlalu banyak hingga harus mengganti pembalut terlalu sering, dan ini berlangsung selama beberapa jam.
  • Harus menggunakan dua pembalut untuk menampung pendarahan yang terjadi.
  • Harus bangun untuk mengganti pembalut pada saat tidur.
  • Mengalami gejala anemia, misalnya kelelahan atau nafas pendek
  • Menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari
  • Terdapat gumpalan darah berukuran besar lebih dari sehari
  • Harus membatasi kegiatan karena volume darah yang hilang terlalu banyak

pendarahan-haid-berlebih

Selain memakai pembalut yang mempunyai daya serap tinggi, volume pendarahan yang terlalu banyak juga dapat dikurangi dengan Intrauterine Device (IUD). Alat ini akan dimasukkan ke dalam rahim dan dapat mengeluarkan hormon progestogen. Alat ini juga dapat mencegah penebalan dinding rahim sehingga pendarahan haid bisa berkurang.

Menorrhagia dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga fibroid yang tumbuh didalam rahim. Untuk itu, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokterjika mengalami pendarahan yang berlebihan supaya bisa segera ditangani.

2. Amenorrhoea

Amenorrhoea adalah keadaan dimana menstruasi berhenti sama sekali. Kondisi ini biasanya disebabkan tidak adanya produksi sel telur. Jika tidak mengalami masa subur seorang wanita tidak akan bisa hamil. Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya, diantaranya :

  • Obat-obatan
  • Stres berat
  • Berat badan yang turun secara derastis, atau berat badan yang dibawah normal.
  • Menggunakan metode kontrasepsi.
  • Olahraga yang berlebihan
  • Sindrom ovarium polikistik
  • Abnormalitas pada saluran peredaran darah haid
  • Hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

3. Dysmenorrhoea

Dysmenorrhoea adalah rasa sakit yang dialami saat menstruasi, keadaan ini adalah hal yang biasa dirasakan setiap wanita. Rasa nyeri atau rasa sakit ini biasanya terjadi sebelum atau pada saat menstruasi. Bagian tubuh yang terasa sakit berbeda-beda, antara lain bagian vagina, punggung bagian bawah, panggul, dan perut bagian bawah.

Jika Anda mengalami sakit yang luar biasa saat mengalami haid segera periksakan ke dokter. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan penyebab pasti rasa sakit tersebut.

4. Oligomenorrhoea

Kondisi dimana wanita yang mengalami menstruasi secara tidak teratur. Kurun waktu silkus haid umumnya sekitar 28 hari dan menstruasi berlangsung 2-7 hari, namun pada penderita kelainan menstruasi jenis oligomenorrhoea ini siklus haidnya akan kacau.

Beberapa penyebabnya seperti penggunaan kontrasepsi, perubahan berat badan yang drastis, atau stress. Dari beberapa penyebab tersebut cara penanganannya akan berbeda-beda sesuai penyebabnya.