Akibat Kurang Serat

akibat-tubuh-kurang-serat

Beberapa gangguan kesehatan akan timbul akibat tubuh kekurangan serat.

Serat adalah salah satu unsur zat yang penting dan diperlukan oleh tubuh, apabila tubuh kekurangan asupan serat maka kesehatan bisa terganggu. Kebutuhan serat harian sebaiknya dicukupi, kebutuhan serat yang ideal adalah 40 gram perhari, jumlah ini bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Pola makan yang mengandung kaya serat tidak hanya membuat Anda merasa kenyang, tetapi juga menjadi cara yang ampuh untuk melawan penyakit.

Gangguan Kesehatan Akibat Kurang Mengkonsumsi Serat

1. Sembelit

Sembelit atau susah buang air besar bisa muncul karena tubuh Anda kekurangan serat, selain itu juga dapat disebabkan karena kurang berolahraga dan pengaruh obat-obatan tertentu. Untuk mengantisipasi hal ini sebaiknya Anda sering mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung serat, seperti : apel, wortel, brokoli dan biji-bijian secara bertahap. Selain itu, usahakan untuk banyak minum air dan berolahraga secara teratur.

2. Masalah Berat Badan

Lapar akibat kekurangan serat akan menyebabkan seseorang untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan atau cemilan, cemilan dengan kadar kolesterol tinggi dapat menjadi ancaman yang serius karena tanpa disadari akan membuat lemak dan kolesterol menumpuk, sehingga dapat menimbulkan masalah berat badan.

3. Diabetes

Serat tidah hanya membantu penanganan diabetes, tetapi juga menjadi pencegahan yang efektif. Diet kaya serat terbukti bisa mengurangi resiko penyakit diabetes hingga 28%.sedangkan pola makan yang tinggi guna dan rendah serat akan meningkatkan resiko wanita mengalami diabetes tipe II.

4. Kolesterol Tinggi atau Penyakit Jantung

Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang rendah kolesterol dan lemak jenuh, serta tinggi akan sayuran dan gandum utuh dapat menurunkan kolesterol sebanyak 0,5% hingga 2% untuk setiap gram serat yang larut dalam air dan dikonsumsi setiap hari. Serat yang larut dalam air bersifat mengikat kolesterol, dan akan membantu membuang dari sistem pencernaan. Hal tersebut akan membuat kadar kolesterol dalam darah menurun dan mengurangi penyimpanan kolesterol didalam pembuluh arteri. Sumber serat yang dapat larut adalah Oats, legume (buncis, kacang polong, kacang kedelai), apel, pisang, buah berry, dan beberapa jenis sayuran.

5. Kanker

Menurut hasil penelitian, diet yang rendah lemak dan tinggi serat dapat mengurangi resiko beberapa kanker,termasuk kanker usus dan kanker anus. Untuk itu dianjurkan melakukan diet yang kaya serat, beberapa jenis buah-buahan, sayuran, dan gandum dapat menjadi alternatif diet sehat Anda.

6. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Pada saat perut bergejolak, saraf-saraf dan otot yang ada pada usus besar menjadi sangat sensitif terhadap beberapa makanan. Hal tersebut dapat menyebabkan perut kram, kembung, ingin buang gas, diare, dan konstipasi (sembelit). IBS tidak ada obatnya, namun gejalanya dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat-obatan, mengurangi stres, dan menghindari pemicunya, seperti makanan berlemak, alkohol, dan minuman yang mengandung soda. Serat yang terdapat pada dedak atau bekatul, gandum utuh, buah dan sayuran dapat mengurangi gejala dari IBS khususnya sembelit.

7. Hemorrhoids

Hemorrhoids atau vena yang membengkak di dekat anus dan usus besar bagian bawah, dapat berkembang ketika dipaksa mendorong atau mengejan saat Buang Air Besar (BAB). Mengkonsumsi makanan yang kaya serat seperti buah dan sayur-sayuran, serta minum air yang cukup dapat membantu mencegah dan mengusir hemorrhoids. Karena feses yang dihasilkan lunak, sehingga mampu melewati sistem pencernaan dengan mudah. Apabila feses menjadi keras hingga mengakibatkan pendarahan segera konsultasikan dengan dokter.