5 Penyebab Disfungsi Ereksi Pada Pria

penyebab-disfungsi-ereksi

Disfungsi ereksi merupakan masalah seksual yang dialami oleh pria dari segala usia. Masalah ini bagi sebagian besar pria merupakan hal yang sangat memalukan dan perlu untuk disembunyikan. Padahal jika anda terbuka mengenai penyakit ini akan semakin banyak informasi yang anda dapatkan. Salah satunya adalah dengan mengatahui faktor penyebab dari disfungsi ereksi tersebut.

Disfungsi ereksi atau biasa disebut dengan istilah impoten adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan pria untuk mencapai ereksi dan mempertahankan ereksi. Keadaan penis yang sulit ereksi dengan keras akan mengganggu kegiatan seksual atau bahkan bisa membuat hubungan intim batal dilakukan.

Penyebab Disfungsi Ereksi yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Salah satu langkah awal yang harus dilalui untuk menyembuhkan disfungsi ereksi adalah dengan mengetahui penyebabnya. Beda penyebabnya berbeda pula cara mengatasi dan obatnya. Dengan mengetahui penyebab disfungsi ereksi akan banyak membantu penderitanya dalam mengidentifikasi kenapa dia mengalami kondisi tersebut.

Supaya lebih jelas, berikut akan kami paparkan 5 penyebab disfungsi ereksi yang jarang diketahui banyak orang.

1. Gangguan Fungsi Jantung

Kondisi yang mempengaruhi kinerja jantung dan kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh akan menyebabkan impotensi pada seorang pria. Seperti yang sudah kita ketahui, penis bisa ereksi jika terisi penuh dengan darah, dengan menurunnya kemampuan jantung memompa darah ke penis maka penis tidak akan dapat mencapai ereksi yang maksimal.

Salah satu gangguan yang berkaitan dengan fungsi jantung adalah aterosklerosis atau suatu kondisi yang dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Gangguan lain adalah kadar kolesterol yang tinggi dan tekanan darah tinggi juga akan meningkatkan resiko disfungsi ereksi.

2. Obat-Obatan

Beberapa jenis obat juga diketahui bisa menyebabkan impotensi pada pria. Seseorang tidak boleh berhenti mengkonsumsi obat-obatan tanpa adanya ijin dari dokter yang menangani walaupun obat tersebut diketahui dapat menyebabkan impotensi.

Yang dapat dilakukan pasien adalah mengkonsultasikan dengan dokter dan mengupayakan untuk dapat mengganti jenis obat lain yang efek sampingnya lebih minim.

Berikut contoh dari obat-obatan yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi :

  1. Obat kemoteapi kanker, seperti cimetidine
  2. Depresan sistem saraf pusat, seperti alprazolam, diazepam, dan kodein
  3. Stimulan sistem saraf pusat, seperti kokain atau amfetamin
  4. Hormon sintetis, seperti leuprolida

Sebaiknya hindari mengkonsumsi obat-obatan tersebut, tetapi disarankan anda secara rutin berkomunikasi dengan dokter tentang efek-efek yang anda rasakan setelah mengkonsumsinya.

3. Penyakit Endokrin

Diabetes merupakan salah satu penyakit endokrin yang dapat menyebabkan seorang pria mengalami disfungsi ereksi. Penyakit ini muncul akibat gaya hidup yang tidak sehat dan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam memanfaatkan insulin. Efek samping yang berkaitan dengan diabetes kronis adalah terjadinya kerusakan saraf, sehingga dapat mempengaruhi sensitifitas penis terhadap rangsangan.

4. Gangguan Neurologis dan Saraf

Proses ereksi dimulai dari sistem saraf, saraf-saraf tersebut adalah tempat stimulus seksual diterima dan diolah, kemudian diteruskan ke sistem tubuh yang berhubungan dengan sisten reproduksi. Gangguan pada saraf akan mempengaruhi kemampuan otak dalam bersinergi dengan sistem reproduksi sehingga menyebabkan seorang pria sulit memperoleh ereksi secara maksimal.

Berikut ini beberapa contoh gangguan neurologis penyebab disfungsi ereksi :

  • Stroke
  • Tumor otak atau tulang belakang
  • Penyakit Alzheimer
  • Sklerosis multipel

Pada pria yang pernah menjalani operasi prostat juga bisa mengalami kerusakan saraf. Begitu pula dengan pria yang sering olahraga bersepeda juga dapat mengalami impotensi sementara. Hal ini terjadi karena tekanan yang sering diterima pada area pantat, dan alat kelamin yang bisa mempengaruhi fungsi saraf

5. Gaya Hidup dan Gangguan Emosional

Lingkungan sosial yang keras danpenuh tekanan dapat memicu terjadinya stres, kecemasan, takut gagal dan perasaan negatif lainnya yang dapat memblokir saraf sehingga menyebabkan impotensi. Hal-hal seperti ini dapat digolongkan sebagai penyebab psikis disfungsi ereksi yang dalam menanganinya memerlukan terapis atau konsultan seksual.

Penyalahgunaan obat seperti kokain dan amfetamin juga dapat mengakibatkan seorang pria mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, merokok dan minuman beralkohol juga bisa mempengaruhi kemampuan pria mencapai atau mempertahankan ereksinya.

Disfungsi ereksi atau impotensi dapat manjadi sumber masalah bagi penderitanya. Gangguan seksual ini selain dapat menurunkan harga diri seorang pria juga dapat mengganggu keharmonisan rumah tangganya. Jika anda mengalami disfungsi ereksi ada banyak metode pengobatan yang bisa anda pilih, dan yang paling banyak direkomendasikan oleh ahli kesehatan adalah dengan mengkonsumsi obat disfungsi ereksi herbal.